{"id":981,"date":"2022-05-27T11:09:00","date_gmt":"2022-05-27T11:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/?p=981"},"modified":"2022-09-05T01:38:58","modified_gmt":"2022-09-05T01:38:58","slug":"perbedaan-front-end-dan-back-end-dalam-website-development","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/development\/website\/perbedaan-front-end-dan-back-end-dalam-website-development\/","title":{"rendered":"Perbedaan Front End dan Back End dalam Website Development"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam mengembangkan sebuah website, tentu saja membutuhkan seseorang yang handal dalam bidang teknologi informasi alias <em>IT<\/em>. Sebab, mereka bertugas untuk memelihara dan mengembangkan situs web tersebut agar bisa diakses oleh banyak orang. Di balik <em>website development <\/em>inilah, ada dua profesi yang memegang peranan penting yakni <em>front end developer<\/em> dan <em>back end developer.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Tahukah kamu apa perbedaan dari kedua profesi tersebut? Jika kedua kata tersebut masih asing di telingamu, kali ini kamu akan diajak untuk kenalan lebih dalam seputar apa itu <em>front end<\/em> dan <em>back end <\/em>dalam <em>website development<\/em>! Yuk simak penjelasan lengkap seputar pengertian dan perbedaan antara <em>front end <\/em>dan <em>back end <\/em>di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2>Pengertian Front End dan Back End<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Front end <\/em>dan <em>back end<\/em> adalah dua hal yang sama-sama berkaitan dengan bagaimana sebuah website maupun aplikasi dapat bekerja dan diakses oleh pengguna. Namun yang membandingkannya adalah apa yang mereka buat, <em>skill<\/em> yang dibutuhkan, hingga waktu pengerjaan untuk masing-masing <em>jobdesk<\/em> mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian <em>front end<\/em> sesuai namanya \u201cfront\u201d bertugas dalam menangani tampilan depan sebuah website. Sedangkan <em>back end<\/em> sebaliknya, yakni lebih bertugas menangani sistem di balik layar yang mengolah database dan juga <em>server<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Front end developer<\/em> adalah orang yang bertugas untuk menghubungkan sebuah situs atau aplikasi dengan pengguna. Secara umum, ia membuat teks, gambar, tombol, dan menu serta interaksi antara situs atau aplikasi dengan pengguna. Sementara <em>back end developer <\/em>bertugas untuk memastikan agar apa yang dibuat oleh <em>front end developer<\/em> di balik situs atau aplikasi dapat bekerja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain <em>front end developer <\/em>dan <em>back end developer, <\/em>ada satu profesi lagi yang biasa disebut dengan <em>full stack developer. <\/em>Profesi ini diperuntukkan buat mereka yang memiliki <em>skill <\/em>keduanya yakni bisa mengelola <em>front end<\/em> dan <em>back end<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-container-2 wp-block-gallery-1 wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Perbedaan-Front-End-dan-Back-End-dalam-Website-Development-2.jpg\"><img loading=\"lazy\" width=\"904\" height=\"624\" data-id=\"985\"  src=\"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Perbedaan-Front-End-dan-Back-End-dalam-Website-Development-2.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-985\" srcset=\"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Perbedaan-Front-End-dan-Back-End-dalam-Website-Development-2.jpg 904w, https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Perbedaan-Front-End-dan-Back-End-dalam-Website-Development-2-300x207.jpg 300w, https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Perbedaan-Front-End-dan-Back-End-dalam-Website-Development-2-768x530.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 904px) 100vw, 904px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<h2>Perbedaan Front End dan Back End <\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami pengertian <em>front end<\/em> dan <em>back end<\/em>, maka kamu juga perlu mengetahui apa saja yang membuat kedua posisi tersebut berbeda. Perbedaannya sendiri bisa mencakup dari cara kerja, <em>skill <\/em>yang harus dikuasai, dan waktu kerjanya. Berikut ini ulasan selengkapnya mengenai perbedaan <em>front end <\/em>dan <em>back end <\/em>dalam <em>website development<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3>Cara kerja front end dan back end<\/h3>\n\n\n\n<p>Seorang <em>front end developer<\/em> bertanggung jawab mengembangkan wajah produk atau tampilan dari sebuah website dan aplikasi. Mulai dari isi kontennya, warna-jenis-ukuran <em>font-<\/em>nya, gambar, serta tombol-tombol yang bisa membuat <em>user <\/em>merasa nyaman saat mengakses dan berinteraksi di dalam website atau aplikasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara cara kerja <em>back end developer<\/em> yakni mengembangkan sisi server produk dengan cara melakukan kontrol dari sisi server, sistem, dan database. Bahasa pemrograman yang biasanya digunakan dalam <em>back end<\/em> adalah PHP, Ruby, dan Phyton.<\/p>\n\n\n\n<h3>Perbedaan skill<em> <\/em>yang harus dimiliki keduanya<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain ruang lingkup kerjanya yang berbeda, <em>skill <\/em>yang dimiliki <em>front end <\/em>dan <em>back end <\/em>pun berbeda. Kemampuan dasar yang perlu dimiliki <em>front end developer<\/em> yaitu minimal bisa menguasai tiga bahasa pemrograman seperti Javascript, HTML, dan CSS. Tetapi, semakin banyak bahasa pemrograman yang bisa dikuasai, maka kesempatan untuk menjadi seorang <em>front end developer<\/em> pun akan semakin terbuka lebar.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, seorang <em>front end developer<\/em> juga harus bisa mengelola framework dan library. Framework yang digunakan biasanya adalah Angular.js dan React.js. Sedangkan, <em>skill <\/em>yang harus dimiliki dari seorang <em>back end developer <\/em>adalah membaca bahasa pemrograman yang ditampilkan di balik layar dari sebuah <em>website<\/em> atau aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahasa pemrograman yang sering digunakan di antaranya framework dan library. Beberapa contoh framework dan library adalah GO, C#, Express, dan Django. Selain keempat tersebut, ada pula bahasa pemrograman dalam perangkat lunak seperti MySQL, SQL Server, dan Oracle.<\/p>\n\n\n\n<h3>Perbedaan waktu kerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam mengembangkan tampilan depan sebuah website atau aplikasi, tentu saja <em>front end developer<\/em> bekerja di awal pembuatan situs tersebut. Lalu, <em>back end developer<\/em> akan menyelesaikan tahap akhir dari pembuatan aplikasi atau situs.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Front end developer<\/em> baru akan memulai pekerjaannya saat UX Designer telah menyelesaikan pekerjaannya. Selesai dari sisi desain UX, maka<em> front end developer<\/em> siap mengeksekusi bahasa pemrograman pada desain user interface (UI). Setelah<em> front end developer<\/em> menyelesaikan pekerjaannya, maka kemudian <em>back end developer<\/em> mengambil alih pekerjaan dengan menentukan penggunaan instruksi apa saja yang akan diaplikasikan pada desain dan bahasa pemrograman yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p>Itu dia penjelasan mengenai perbedaan <em>front end<\/em> dan <em>back end<\/em> yang bisa kamu ketahui. Semoga penjelasan ini dapat penambah wawasan kamu soal karir di dunia IT ya! Nah, untuk kamu yang memiliki dua kemampuan tersebut, <em>front end <\/em>dan <em>back end. <\/em>alias <em>full stack development<\/em>, Bounche <em>digital agency <\/em>saat ini lagi membuka lowongan untuk posisi tersebut. Bagi kamu yang tertarik, langsung aja cek di website <a href=\"https:\/\/www.bounche.com\/career\">https:\/\/www.bounche.com\/career<\/a> dan <em>apply<\/em>!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keduanya sama-sama mengembangkan website dan aplikasi, tetapi ada perbedaan dari front end developer dan back end developer.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":984,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[130],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/981"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=981"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":986,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/981\/revisions\/986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}