{"id":951,"date":"2022-06-20T04:27:47","date_gmt":"2022-06-20T04:27:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/?p=951"},"modified":"2022-09-05T01:38:23","modified_gmt":"2022-09-05T01:38:23","slug":"apa-itu-kol-dan-fungsinya-untuk-digital-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/marketing\/digital\/apa-itu-kol-dan-fungsinya-untuk-digital-marketing\/","title":{"rendered":"Apa Itu KOL dan Fungsinya untuk Digital Marketing"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada banyak cara untuk memasarkan produk di era digital ini. Salah satunya melalui media sosial, tetapi itu saja belum cukup. Karena itu ada yang namanya KOL, strategi yang biasa digunakan perusahaan untuk memasarkan produk mereka. Apa itu KOL? Lalu apa yang membuat KOL ini dipercaya memiliki pengaruh dalam pemasaran produk? Cari tahu ulasan lebih lengkapnya di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2>Pengertian KOL<\/h2>\n\n\n\n<p>KOL atau <em>Key Opinion Leader <\/em>adalah seseorang yang punya pengaruh dan keahlian khusus dalam suatu bidang.&nbsp; KOL ini juga seseorang yang kredibel sehingga pendapatnya dapat dipercaya oleh pengikutnya. Akan memiliki nilai lebih jika KOL ini aktif dan memiliki interaksi yang baik di media sosialnya dengan <em>followers <\/em>lebih dari 1.000 atau mencapai 1 juta. Seorang KOL ini bisa dari kalangan <em>public figure<\/em>, seorang pakar suatu bidang, atau <em>influencer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Para KOL ini akan berkolaborasi dengan berbagai perusahaan sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan dan menjangkau lebih banyak konsumen. Pasalnya, konsumen akan lebih yakin dengan produk tersebut melalui KOL yang sudah memiliki nama. Cara ini bahkan memudahkan perusahaan menargetkan audiens melalui <em>followers<\/em> dari KOL tersebut. Bukan hanya itu, strategi ini juga sekaligus dapat membawa nama perusahaan lebih kredibel.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah kenapa perusahaan menggunakan strategi KOL untuk memasarkan produk, karena sosok ini punya kemampuan yang kuat untuk melancarkan strategi pemasaran mereka. Bisa jadi akan terjadi kenaikan penjualan yang signifikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2>Perbedaan KOL dan Influencer<\/h2>\n\n\n\n<p>Meski sebenarnya KOL dan <em>influencer <\/em>itu berbeda, tetapi masih banyak orang yang belum terlalu paham perbedaan keduanya antara apa itu KOL dan <em>influencer<\/em>. Nah, berikut perbedaan KOL dan <em>influencer<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Seorang KOL adalah yang ahli terhadap suatu bidang dan punya suara yang cukup kuat didengar, baik di media sosial maupun di dunia nyata. Jadi tidak mengutamakan interaksi hanya melalui digital. Sedangkan <em>influencer<\/em> lebih banyak beraktivitas di media sosial, baik Instagram, Twitter atau YouTube. <em>Platform<\/em> media sosial mereka menjadi sarana membuat konten digital untuk berkomunikasi dengan para pengikutnya.<\/li><li>Seorang KOL tidak diharuskan memiliki media sosial dengan jumlah <em>followers<\/em> yang banyak atau bahkan tidak memiliki media sosial. Sedangkan <em>influencer<\/em> justru menggunakan media sosial sebagai lahan pekerjaan mereka.<\/li><li>Cara berkomunikasi KOL di media sosial bersifat satu arah, sedangkan <em>influencer<\/em> berkomunikasi dua arah. Hal ini karena KOL biasanya tidak membuka tanya jawab secara langsung, dan pertanyaan dari audiens bisa saja dijawab oleh asistennya. Lain halnya dengan <em>influencer<\/em> yang justru diharuskan lebih aktif berkomunikasi dengan <em>followers-<\/em>nya secara langsung.<\/li><li>Istilah konten viral yang seringkali muncul di media sosial lebih melekat kepada seorang <em>influencer<\/em>, namun tidak dengan KOL. Seorang KOL lebih fokus kepada konten yang benar-benar menyampaikan isi produk atau <em>value <\/em>dari yang dimiliki perusahaan yang bekerja sama dengannya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya, seorang KOL memiliki pengaruh dan <em>background<\/em> keahlian yang lebih spesifik dibandingkan <em>influencer.<\/em> Demikian juga bahwa seorang <em>influencer <\/em>bisa menjadi KOL, namun tidak bisa sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/KOL.jpg\"><img loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/KOL-1024x683.jpg\" alt=\"Apa Itu KOL\" class=\"wp-image-957\" srcset=\"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/KOL-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/KOL-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/KOL-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/KOL-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/KOL.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2>Fungsi KOL untuk Digital Marketing<\/h2>\n\n\n\n<p>Keberadaan KOL ini punya peran yang cukup besar dalam dunia digital marketing. Selalu menjadi salah satu cara yang cukup ampuh untuk memasarkan produk kepada audiens. Mengutip artikel dari <em>activecampaign.com<\/em>, sebuah penelitian menunjukan bahwa rekomendasi dari orang yang kita percaya, seperti pakar yang sudah terpercaya, dapat meningkatkan pembelian yang signifikan. Termasuk ketika mereka memberikan sisi <em>human touch <\/em>dari produk yang dipromosikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, apa saja fungsi lain dari KOL untuk digital marketing?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size\">Produk terlihat lebih menarik dari kompetitor<\/h3>\n\n\n\n<p>Kehadiran KOL yang punya nama besar dan sudah diakui kualitasnya dapat memberikan nama produk menjadi lebih menonjol daripada produk kompetitornya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size\">Menghasilkan ROI yang tinggi<\/h3>\n\n\n\n<p>KOL juga sangat membantu memberikan ROI (Return of Investment) yang tinggi, apabila cara ini benar-benar dilakukan dengan tepat sesuai target audiensnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size\">Produk dinilai lebih kredibel<\/h3>\n\n\n\n<p>Konsumen yang melihat produk tersebut, melalui apa yang dipromosikan oleh seorang KOL, akan mendapatkan kepercayaan yang tinggi kepada audiens tentang produk tersebut. Terlihat lebih berkualitas dan kredibel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size\">Jumlah pelanggan akan meningkat<strong>&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dapat dipastikan, dengan informasi yang KOL berikan tentang produk tersebut, kemungkinan pelanggan untuk memilih produk tersebut akan meningkat. Karena ulasan yang disampaikan pasti memiliki nilai-nilai positif tentang produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size\">Membuat tren<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika seorang KOL begitu kreatif dalam menyampaikan konten produk tersebut, kemungkinan akan menciptakan tren yang baik untuk produk yang dipromosikan.<\/p>\n\n\n\n<h2>Cara Memilih KOL yang Tepat<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk memilih KOL yang tepat sesuai dengan rencana pemasaran produk tidak boleh sembarang. Jadi, sebaiknya perusahaan memilih sosok KOL yang kredibel sesuai bidangnya hingga relevan dengan produk yang akan dipromosikan. Berikut beberapa poin untuk memilih KOL yang tepat sasaran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size\">Mengetahui target konsumen produk<\/h3>\n\n\n\n<p>Agar pesan promosi yang disampaikan KOL sesuai sasaran konsumen, maka perusahaan harus memastikan target konsumen produk tersebut. Dengan demikian dapat memilih KOL yang sesuai dan berkompeten dengan kriteria dari produk itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size\">Jumlah Followers&nbsp;&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Jumlah followers juga perlu menjadi pertimbangan perusahaan ketika ingin memasarkan produknya secara lebih luas. Karena semakin tinggi jumlah <em>followers-<\/em>nya, semakin luas jangkauan target konsumen. Kamu bisa memutuskan tingkatan jenis KOL<em> <\/em>yang dibutuhkan untuk mempromosikan produk. Mengutip <em>qiscus.com, <\/em>KOL terbagi atas lima jenis berdasarkan <em>followers<\/em> mereka, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Nano <em>influencer<\/em>: 1.000 &#8211; 10.000 <em>followers<\/em><\/li><li>Micro <em>influencer<\/em>: 10.000 &#8211; 50.000 <em>followers<\/em><\/li><li>Mid tier <em>influencer<\/em>: 50.000 &#8211; 500.000 <em>followers<\/em><\/li><li>Macro <em>influencer<\/em>: 500.000 &#8211; 1 juta <em>followers<\/em><\/li><li>Mega <em>influencer<\/em>: lebih dari 1 juta <em>followers<\/em><\/li><\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"has-medium-font-size\">Memperhatikan Engagement KOL<\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya adalah perusahaan perlu melihat dan memantau bagaimana keterlibatan KOL terhadap <em>followers<\/em> pada apa yang mereka <em>posting<\/em>. Jika <em>engagement<\/em> seperti komentar, <em>likes<\/em> atau lainnya cukup tinggi diberikan <em>followers-<\/em>nya maka dapat menjadi nilai lebih untuk KOL tersebut. Karena KOL seperti ini dinilai dapat memberikan dampak besar saat mempromosikan produk di media sosialnya. Secara langsung dapat meningkatkan penjualan produk di pasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>***<\/p>\n\n\n\n<p>Itu dia penjelasan tentang apa itu KOL, perbedaannya dengan <em>influencer<\/em> hingga dampak besar yang diberikan KOL untuk strategi pemasaran dalam digital marketing. Jika kamu sedang mempersiapkan perencanaan pemasaran&nbsp; produk, jangan lupa siapkan KOL yang berkompeten, ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOL adalah sosok penting untuk memasarkan produk di platform digital. Kenalan lebih jauh tentang KOL di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":956,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[121],"tags":[167],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/951"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=951"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/951\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1015,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/951\/revisions\/1015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bounche.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}